Serial Mudik 08: "I'm coming home"
SERIAL MUDIK 08
Bagian 1
Rabu, 12 Maret 2008 akhirnya saya bisa juga berkesempatan untuk mudik ke Lampung, tepatnya ke kota Tanjungkarang, tempat saya dilahirkan dan dibesarkan. Setelah sebelumnya Romo Eddy sempet kaget ketika saya pamit, mungkin pikirnya saya masih minggu depan mudiknya, sekitar jam 18.55 saya sudah siap di pool bis Damri, Jl. Kebon Kawung depan stasiun, Bandung. Hujan lumayan deras dan angkot yang ngetem cukup lama, menyertai langkah saya hingga sampai pool Damri tersebut.
Setelah laporan, saya naik ke atas bis.
Tempat duduk saya adalah nomor 8. Dekat jendela, seperti pilihan saya sendiri ketika membeli tiket. Penumpang lain tidak begitu banyak dalam perjalanan kali ini. Dan, saya pastikan mereka adalah memang penduduk asli Lampung yang sedang di Bandung lalu akan kembali atau mudik juga ke Lampung.
Kok bisa tahu?
Logatnya nggak bisa menipu kuping saya yang meski sudah nyaris 20 tahun menjadi penghuni Bandung. Legok-legok dan gaya bahasanya masih saya hapal betul. So, saya jadi merasa “aman” bersama banyak saudara di bis itu.
Karena tadi buru-buru, saya memang nggak sempat makan malam. Mau turun bis, membeli makanan kok ya males. Hujan masih turun pula. Alhasil, saya hanya memakan buah apel dan coklat yang memang sengaja saya sediakan buat jaga-jaga. Ketika kotakan datang, saya sempat geleng-geleng kepala. Soalnya dengan tiket 135 ribu rupiah, para penumpang cuman diberi air minum mineral gelas dan roti yang mungkin hanya seharga 2500 rupiah saja. Tapi, ya sudah. Toh, siang harinya saya sudah cukup kenyang. Jadi, perut masih bisa bertahan.
Yang bikin saya nggak tahan adalah “serangan” AC yang luar biasa.
Sudah minta dikecikan, ternyata sudah paling kecil volumenya. Ditambah udara dingin di luat. Lengkaplah sudah.
Kaos kaki, jaket, syal dan selimut nggak bisa jauh-jauh menutupi tubuh saya. Bahkan ketika bis sudah berjalan meninggalkan Bandung. Saya Cuma berharap saya nggak diapelin masuk angin seperti biasanya kalau ada serangan AC deras begini.
Selama perjalana, MP3 yang sengaja saya pinjam dari Yanti menemani rasa hati yang sekian lama memang berniat mudik, baru kali itu kesampaian. Seiring kilometer jalanan tol yang terlewati, lagu-lagu yang sengaja saya pilihkan supaya bisa menemani terdengar di telinga. Meski sesekali saya lepas karena memang nggak tahan lama-lama (jadi ingat postingan saya tentang bahaya berlama-lama memakai ear-phone…), lagu-lagu ini memang mengobati kesenduan akibat hujan dan perjalanan panjang ini.
Saat telinga mendengar lagu “HOME” dari Michael Buble, sesaat hati terhenyak. Kepala yang tersender di jendela seperti ikut menghayati bait-demi bait yang terdengar.
"Home"
Another summer day
Has come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm
Maybe surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh, I miss you, you know
And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that
Another aeroplane
Another sunny place
I’m lucky I know
But I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home
Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home
.............................................
Ahh… syair-syair itu sungguh melangutkan diri saya.
Tanpa terasa air mata saya jatuh berderai, nyaris sama dengan hujan di luar yang nggak mau berhenti juga.
Ada rasa tak terkatakan begitu Michael menyuarakan bait itu satu-satu.
Saya memang akan pulang. Saya memang ingin melampiaskan kerinduan ini. Saya memang termasuk orang beruntung yang boleh merasakan banyak hal dan akhirnya bisa pulang seperti sekarang. Tiada keindahan lain selain bisa boleh pulang seperti sekarang…
Tapi… Ketika ingatan saya teringat kalau kepulangan saya kesekian kali ini tak kan ada lagi yang menyambut, air mata itu kian deras jatuh di pipi. Kerinduan yang semula saya pikir akan terlampiaskan begitu nanti kaki menginjakkan rumah kecil penuh kenangan itu, nampaknya tak kan bisa kesampaian seperti yang terpikirkan. Sambutan, pelukan serta ciuman penuh kerinduan dari Ibu seperti waktu itu, tak kan bisa saya dapatkan lagi…
Hingga mata saya tiba-tiba saja sudah mengatup. Dan, MP3 itu ternyata saya matikan tanpa sadar karena memang telinga saya mulai panas.
Roda bis pun terus melaju hingga menuju pelabuhan Merak.
Di pelabuhan itu ada sedikit antri untuk bisa masuk ke dalam kapal. Lumayan banyak kendaraan yang bermaksud sama nampaknya. Saya yang masih diantara dua dunia rada nggak peduli. Tetep aja mata merem melek gitu hehe....
Cuma, ternyata ada 2 hal yang mengganggu lanjutan tidurku selama perjalanan tadi. Yang pertama, perut yang mulai grujug-grujug minta diisi dan yang kedua kebelet pipis!!
Aduh.
Untuk urusan yang kedua ini saya tahu akan susah. Selain bisnya emang nggak ada toiletnya, di lantai paling dasar kapal gini, mana ada WC?
Tapi, daripada nahan-nahan nggak enak, akhirnya saya bilang ke supir. Setelah bertanya pada seorang penjaga kapal, saya harus naik ke tingkat 3 untuk pipis doang! Untung nggak telanjur bocor deh. Hehe...
Pulang dari WC, tinggal ngurus perut deh. Jam menunjukkan sekitar pukul 01.00 dini hari. Ada 1 hal yang saya suka di jam segini ketika ada di kapal. Hal yang berhubungan dengan makanan.
Nggak tahu kenapa, kalo pas jam segini laper pas di pelabuhan atau kapal, trus makan Popmie, kerasa ennnnaaakkkk banget. Berasa deh bumbu-bumbunya. Mungkin suasana yang menunjang juga kali yaa... Maka tanpa ragu-ragu saya membeli Popmie yang harganya mendadak melambung menjadi 5000 rupiah saja. Begitu saya bawa ke bis, aroma yang dibawa asap... wuaaaa... bikin orang lain pengen beli juga deh hehe...
Setelah perut kenyang dan hangat (serangan AC masih berlanjut), saya lanjutkan tidur saya. Perjalanan masih seperempat waktu lagi. Biar mata terpejam gitu, saya tetap tahu kapan dan sedang dimana Bis ini berjalan. So, begitu sudah menginjakkan kaki di Sang Bumi Ruwa Jurai, saya bersiap (sedikit terkaget karena nyawa belum terkumpul) untuk turun.
Sekitar pukul 5.30 pagi.
“Lampung..., I'm coming home....”


Selamat mudik yah..
Posted by: Koko | March 27, 2008 09:24 AM